Sandiaga Uno Soal Kereta Gantung di Toba: Bisa Transportasi Ramah Lingkungan

TEMPO.CO, Medan -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berencana membuat wahana kereta gantung di kawasan Wisata Danau Toba.

Menurut Sandiaga Uno, Kereta gantung selain menambah atraksi di Danau Toba, juga dapat menjadi transportasi ramah lingkungan karena menggunakan energi baru dan terbarukan.

Hal ini Sandiaga Uno sampaikan pada kunjungannya ke Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara pada Rabu, 10 November 2021.

Kereta gantung adalah wahana berupa kereta yang berjalan secara menggantung menggunakan kabel sesuai dengan jalurnya.

Dikutip dari p2k.unkris.ac.id, jalur dari kereta gantung biasanya berupa garis lurus dan sulit untuk berbelok. Kereta gantung dapat berbelok pada sudut kecil di stasiun selang.

Biasanya kereta gantung atau gondola dapat menampung penumpang antara 4-12 orang tergantung dari besar kabin. Kabin yang digantung pada kabel diputar terus menerus.

Untuk kenyamanan penumpang, setiap stasiun kecepatan gondola akan diperlambat atau dipercepat sesuai kebutuhan, seperti akan menurunkan atau menaikkan penumpang.

Kecepatan rata-rata yang dapat ditempuh oleh gondola sekitar 4-6 meter per detik dan kapasitas maksimum mencapai 3.000 orang penumpang per jam.

Selanjutnya: Kereta gantung banyak digunakan…

12 Selanjutnya

Kereta gantung banyak digunakan untuk wahana di tempat pariwisata, seperti tempat yang bersalju maupun di taman hiburan. Selain itu kereta gantung juga digunakan untuk transportasi umum seperti di Kota Medellin. Kolombia.

Pasalnya, dengan gondola, anggaran biayanya relatif lebih rendah. Dengan menggunakan konstruksi ringan dan tower yang tidak terlalu besar.

Selain di Kota Medellin, kereta gantung juga digunakan sebagai alat transportasi untuk menyeberangi sungai Yangtze di Cina.

Kereta gantung yang dapat mengangkut 45 penumpang dalam setiap kabin ini memiliki panjang 740 meter dengan kecepatan 8 meter per detik. Kekuatan dari gondola ini sebesar 900 penumpang per jamnya untuk satu arah.

Di Amerika, tepatnya di New York dan Oregon, kereta gantung juga digunakan sebagai transportasi massal.

Di New York, untuk menggunakan kereta gantung sebagai alat transportasi dapat membayar menggunakan kartu biaya perjalanan yang sama untuk kereta bawah tanah. Bahkan dengan kereta gantung Portland, di Oregon yang dibuka pada 2007 sudah menjadi sistem transportasi publik kedua di Amerika Utara.

Sandiaga Uno saat kunjungannya ke Desa Sigapiton, Danau Toba, mengatakan akan membangun wahana kereta gantung untuk rekreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.