Putrinya Gagal Masuk Sekolah Negeri Singapura, Denada: Aku Tetap Bangga Padamu

Penyanyi Denada tetap memberikan semangat kepada putrinya, Aisha yang gagal dalam ujian masuk sekolah negeri di Singapura. Namun tidak mudah bagi Denada untuk memberi tahu Aisha bahwa ia gagal.

“Aisha ga lulus di ujian masuk sekolah negri atau sekolah pemerintah di Singapura. Kalo ditanya kecewa apa enggak, yah..pasti kecewa itu ada. Tapi saat itu tugas terberat ku adalah: aku harus kasih tau ke dia bahwa dia ga lulus,” tulis Denada di Instagram pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Denada sangat berat menyampaikan hal tersebut kepada Aisha yang sebentar lagi menginjak usia 9 tahun. Ia takut Aisha sedih dan kecewa. Tetapi Denada juga tidak ingin memberikan kesan kepada Aisha seakan kegagalannya ini adalah hal yang tidak penting. Butuh waktu lama bagi Denada untuk menyiapkan kalimat yang tepat untuk disampaikan kepada Aisha.

Denada terlebih dulu memenuhi janjinya, memberikan kue kesukaan Aisha karena telah bekerja keras dalam mempersiapkan ujian. Aisha sangat senang mendapat kue yang berhiaskan pelangi dan matahari di bagian atasnya. Setelah itu, barulah Denada menyampaikan hasil ujian Aisha. “Sayang, kamu tidak lulus ujiannya,” kata Denada dengan suara yang pelan. Aisha terkejut mendengar hal itu dan hanya mengatakan, “What?”.

Denada langsung lanjut berbicara, mengatakan bahwa itu bukanlah yang utama. Menurutnya yang paling penting adalah Aisha sudah berusaha sangat keras selama mempersiapkan ujian. Denada berulang kali mengatakan bahwa ia tetap bangga terhadap Aisha. “Walaupun kamu tidak berhasil, aku tetap sangat bangga terhadap kamu, tidak berkurang sedikitpun rasa bangganya ibu terhadap Aisha, malah bertambah karena ibu bisa lihat kamu bekerja sangat keras,” kata ibu satu anak ini.

Denada paham sekali ini tidak mudah, terlebih lagi Aisha belum pernah sekolah sebelumnya, dan sekarang harus mengikuti ujian masuk kelas 3 SD karena mengikuti usianya. Keberhasilan dan kegagalan menurut Denada hanyalah sebuah hasil. Ia mengingatkan kepada Aisha bahwa proses adalah yang terpenting. “Yang penting Aisha udah belajar kuat, belajar dengan keras, dan betul-betul fokus dan konsentrasi,” kata instruktur zumba ini.

Tak disangka reaksi Aisha justru di luar dugaan Denada. Aisha yang sebenarnya juga sedih karena tidak lulus ujian, ingin memperbaiki diri khususnya dalam hal belajar. “Dia akan merubah sikapnya ke depan sehingga ga malas-malasan lagi kalau disuruh belajar,” tulis Denada menjelaskan maksud ucapan Aisha.

Dari kegagalan ini, Denada mendorong Aisha untuk kembali menjalani ujian masuk beberapa bulan lagi. Aisha juga akan berusaha belajar lebih giat lagi agar dapat lulus dan diterima di sekolah yang ia inginkan. “Kita adalah tim, kita akan sama-sama berusaha lebih keras lagi,” kata Denada.

Denada menetap di Singapura sejak Aisha didiagnosis leukimia atau kanker darah tahun 2018. Saat itu, Shakira Aurum yang kini berganti nama menjadi Aisha baru saja ingin masuk sekolah dasar. Belum sempat merasakan bangku sekolah, Aisha harus berangkat ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Tidak mudah bagi Denada menyampaikan hasil ujian kepada putrinya, Aisha yang dinyatakan tidak lulus masuk sekolah negeri di Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.